Sekejap untuk melihat, dengan hidup penuh gelagat.
Lebih dari setahun, mereka terikat dalam perkenalan yang tak bermuara—sebuah harmoni tanpa nama, sebuah simfoni tanpa nada. Tak pernah jemu, tak sekalipun bosan. Hubungan ini, tanpa status, tanpa beban, mengalir seperti sungai yang tahu ke mana ia menuju, tanpa perlu diberi arah. Jika orang menyebutnya masa pendekatan, mereka hanya tersenyum samar. Pendekatan? Pikir mereka. Apa ada pendekatan yang bertahan melampaui empat musim? Tidak, ini bukan itu. Ini sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih.
Mereka jarang berselisih, tak ada keluhan, tak ada tuntutan. Hari-hari berjalan seperti tarian, setiap langkah diiringi tawa dan bisikan lembut rasa syukur. Tak ada momen yang terlalu kecil untuk dirayakan; kebersamaan adalah inti dari segala yang mereka tahu. "Asal senang, mah, happy!" bisik hati mereka serempak, setiap kali tangan mereka bertaut, seolah dunia ini tak lebih dari panggung kecil yang mereka mainkan bersama, berdua saja.